Tangan Felisya dingin saat ia mendengar pelajaran fisika diganti pelajaran biologi. Ia sangat membenci pelajaran itu, selain sulit gurunya super killer. Suara telapak kaki yang berjalan pun mulai terdengar menuju pintu masuk kelas XI G.
Badan Felisya mulai bergetar, tetapi ternyata yang datang bukanlah guru biologi melainkan Philip yaitu murid tertampan, terpintar dan ia sangat terkenal di sekolah SMU Harapan bangsa. Tetapi sayangnya ia sangat sombong, jarang sekali ada yang suka berteman dengannya. Tetapi dikarenakan ia terkenal ia memiliki banyak teman dan tentunya wanita-wanita yang suka cari perhatian di depannya. Felisya sangat benci dengan hilip ia selalu menyebutnya Orang ganteng dari neraka. Felisya sering bingung mengapa begitu banyak wanita yang suka dengan Philip.
Bel sudah berbunyi tetapi tetap saja gurunya belum datang. Felisya semakin tegang, karena biasanya jika guru datang lebih lambat artinya TEST. Ia menghela nafas dengan panjang dan berusaha untuk tenang. Guru pun datang ternyata ia terjebak macet, lalu mulailah pelajaran.
Setelah bel pulang berbunyi Felisya segera merapikan bukunya dan memasukannya ke tas, saat ia bergegas pergi sambil menggendong tasnya 4 wanita lewat di depan pintu kelas. Mereka adalah geng Relivsanlis yang cukup terkenal di SMU Harapan Bangsa. Nama Relivsanlis berasal dari nama-nama mereka yaitu Reta, Olive, Sandra dan Elise mereka adalah murid-murid kelas XI D. Felisya terkejut melihatnya ia bergegas untuk bersembunyi. Geng itu selalu meremehkan orang-orang disekitar mereka, kecuali mereka ada keperluan dengan orang itu.
Felisya adalah orang yang cupu dan tidak terlalu gaul. Karena itulah ia bersembunyi, ia takut dihina oleh geng itu terutama oleh pemimpin geng yaitu Reta, ia adalah anak yang cepat tersinggung dan sangat agresif dengan orang-orang, ia adalah anak kepala sekolah yang membuat orang tidak bisa melawannya jika ia berbuat macam-macam.
Cerita selanjutnya bersambung.....